ANAK JALANAN


Ramadhan yang indah.
Mendekati hati lebaran! Jalananpun mulai ramai dipadati para pemudik dari berbagai kota.
Terlihat Andie tengah berlari membawa gitar kesayangannya mengejar dan menaiki setiap bus yang melintas dihadapannya,
Ketika masuk kedalam bus diapun berdiri tepat dihadapan seorang bapak2 yang memang tidak kebagian kursi untuk duduk.

”Hemmm… Ni bapak2 kayanya puasanya khusu bgt ya, ketahuan mulutnya bau orang yang lagi puasa, tapi tapi ko keteknya ikut2an bau juga siiii ihhhh…”
Ucapnya dalam hati,
Kemudian diapun kembali pada aksinya sebagai pengamen,

”Permisi bapak sopir dan bapak kondekturnya! Mas2 yg ganteng2 juga mba2 yang cantik2 tapi fitnah, numpang ngamen ya! Yang ga nyawer bacok hehehe,,,,” candanya agar penumpang terhibur,
Serentak penumpangpun tertawa mendengar kekonyolan yang dibuat oleh seorang anak laki2 yang hanya lulusan sekolah dasar itu,
Kemudian diapun melanjutkan dengan nyanyiannya!!!

Tidak berlangsung lama Andie pun turun dari bus tsb dan duduk ditempat yang biasa ia beristirahat

”Yuhuuuu… Pendapatanku lumayan hari ini, hemm… Uangnya buat beli apa ya hihihi,,, beli mas batangan aja kali ya hahaha,, kalau engga beli mas jawa aja x ya hahaha, mas jono maksudnya hahahhaha! ” Candanya menghibur diri,

Ketika ia tengah asik menghibur diri, tanpa disadarinya, seorang anak laki2 seusianya tengah duduk bersama tongkat setianya!
Laki2 itu adalah Suraz, seorang anak laki2 cacat yang hanya memiliki satu kaki, dan beberapa bulan ini menjadi sahabat setianya dijalanan,

”Suraz… Kapan kamu datang. Ko aku baru sadar si…” Tanya Andie heran.

Suraz terdiam, terlihat matanya berkaca seolah menyimpan banyak beban,,,

”Suraz kamu kenapa diam… Jawab dong Suraz… Aku ini kan sahabatmu, tanyanya lagi.

Pendapatanku berkurang hari ini Ndie,,, ibuku pasti marah besar lagi ini sama aku,,, jawab Suraz pelan,

Mendengar jawaban Suraz. Andie pun merasa iba kepada sahabat baiknya itu. Kemudian diapun mengeluarkan uang dari sakunya,,,

”Ambilah uang ini Suraz,,, berikan pada ibumu agar dia tidak memarahimu lagi,,,” ucap Andie pelan sambil menatap wajah Suraz yang memucat,

”Tidak Ndie,,, simpan saja uang itu, aku tidak mau merepotkan kamu Ndie” jawab suraz menolak,

Tidak apa2 suraz, aku ikhlas ko, aku tidak mau kamu dimarahi lagi sama ibumu Suraz, ucap Andie memaksa,

Sudahlah Ndie, sebentar lagi magrib, aku harus pulang, aku bisa tambah dimarahi ibu kalau aku terlambat pulang! Jawab Suraz sambil terburu2 mengayunkan tongkatnya untuk berjalan.

Andie pun hanya duduk terdiam melihat sahabatnya pergi tanpa menerima pemberianya,

Kamu anak yg baik Suraz. walaupun kamu hanya memiliki satu kaki, kamu tetap berusaha agar dapur ibumu tetap mengepul, hinaan dan cacian dari orang di sekitar tidak pernah membuatmu dendam, kamu hanya mendengar, diam, kemudian pergi, aku tau kamu sedih Suraz, tapi kamu selalu menyembunyikannya dari aku,
Ucap Andie dalam hati sambil mengusap air matanya,

Dari kejauhan dia melihat Suraz tengah berjalan terpincang2 dengan tongkat setianya, terlintas difikirannya untuk mengikuti Suraz dari belakang, karna selama berteman mereka belum pernah tau tempat tinggalnya masing2.
Berlahan Andie pun mengikuti Suraz dari belakang,
ketika adzan maghrib terdengar berkumandang dan waktunya berbuka puasa, terlihat Suraz memasuki rumah yang sangat sederhana, dan Andie pun terus mengikutinya,

Beberapa saat ketika Suraz memasuki rumah itu, tiba tiba,

”Plakkkk,,,,,prakkkkkk,,,” terdengar seperti suara orang tengah ditampar dan suara piring уαηg dibanting, kemudian Andie pun mendekati dan mengintai suara yang terdengar dari rumah itu,

”Dasar anak tololll, kerja apa kamu seharian hah! Sudah pulang terlambat, ga dapat uang, mendingan kamu pergi dari rumah ini dan jangan pernah kembaliii, pergiiiii”

Suraz pun di dorong oleh ibunya keluar rumah sampai terjatuh!

”Maafkan Suraz bu, Suraz janji besok Suraz akan memberikan uang lebih banyak buat ibu!” Pinta pinta Suraz memelas pada ibunya sambil menangis agar tidak diusir!

”Alahhhhh,,, ibu ga butuh janji2, ibu sudah muak sama kamu Suraz, kamu itu hanya anak cacat yang tidak mampu membahagiakan orang tua!
Sekarang kamu pergiiiiiiiii,,,”

Sang ibupun melempar tongkatnya dan segera menutup dan mengunci pintunya,

Suraz pun tak kuasa membendung air matanya! Ibu yang sangat dicintainya tega membuangnya, layaknya sampah yang tak berguna,
Kemudian Suraz pun menggerakan tubuhnya untuk mengambil tongkat yang dilempar oleh ibunya,
Namun ketika tangannya hendak memegang tongkat, Andie penghampirinya dan memberikan tongkat itu pada Suraz, kemudian membantu Suraz untuk berdiri,

”Andie,,,, kenapa kamu ada disini Ndie, tanya Suraz heran,

”Maaf Suraz, aku mengikutimu dari belakang, aku hanya ingin tau keberadaanmu saja Suraz” jawab Andie singkat!

Sekarang kamu sudah tau keadaanku kan Ndie,,, mending kamu pergi dan jauhi aku,,, suatu saat kamu akan malu memliliki sahabat cacat seperti aku,” ucap Suraz tegas

”Tidak Suraz,,,,,aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku ga perduli orang orang menghinamu, kamu adalah sahabat terbaiku Suraz” jawab Andie dengan tangisannya,,,

Kemudian Suraz pun mendekati Andie dan memeluknya,,
Hingga pada akhirnya Andie mengajak Suraz ketempatnya,

***
Hari sudah larut malam, walau tempat. Tinggal Andie hanya rumah rumahan kardus saja, Suraz sangat menikmati tidur malamnya disana! Lain halnya dengan Andie, kejadian yang menimpa Suraz membuat dia susah untuk memejamkan mata, sesekali diapun menatap Suraz yang tengah tertidur, wajahnya lebam akibat tamparan orang tuanya! Berbeda sekali dengan orang tua Andie, ayah dan ibunya sangat menyayangi dan mencintainya!

Tak terasa, butiran beningpun keluar dari kelopak matanya, diapun keluar dari gubuk kardus itu, duduk didepan sambil menatap langit malam yang berhiaskan bulan dan bintang,

”Andie,,, kenapa kamu belom tidur Ndie, ngapain kamu malam2 duduk disitu” tanya Suraz yang terbangun dari tidurnya,

”Aku lagi asik memandang bintang Suraz, coba kamu lihat, bintangnya sangat indah kan Suraz! Jawab Andie tenang,

”Iya aku tau Ndie, diatas banyak bintang, tapi ini sudah larut malam Ndie, harusnya kamu tidur, jawab Suraz pelan,

”Kamu tau Suraz,,, walaupun bintang2 itu sangat jauh, dia mampu menerangi bumi ini, seperti ayah dan ibuku, walaupun mereka sudah tiada, mereka selalu ada dan mampu menerangiku seperti bintang2 itu, ucap Andie lirih,

Mendengar ucapan itu, Suraz pun mendekati Andie dan memeluknya,

”Jadi orang tuamu sudah ga ada Ndie, aku ga nyangka, dibalik ketegaranmu kamu masih bisa menyembunyikan kesedihanmu sama aku Ndie,” ucap Suraz sambil menangis,

”Sudahlah Suraz, semuanya udah berlalu, lebih baik kita tidur, sebentar lagi kita sahur,” jawab Andie sambil melepaskan pelukan dari Suraz,

***
Waktupun berjalan,
Terdengar kumandang adzan magrib dari sebuah masjid pada saat itu,
Andie dan Suraz pun berbuka puasa di gubuk kardusnya selepas mengamen, terlihat raut wajah Suraz sangat murung, mengingat esok hari adalah puasa terakhir dibulan ramadhan, dan lebaranpun tanpa ibunya!
Andie yang sudah bisa membaca fikiran sahabatnya itu kemudian mendekatinya,

”Suraz,,,, sebaiknya besok pagi kamu pulang, temui ibumu! Sejahat jahatnya seorang ibu kandung! Pada akhirnya dia pasti ada titik terang untuk menerimamu kembali Suraz, ucap Andie lantang,

Awalnya Suraz menolak, namun setelah beberapa kali dibujuk akhirnya diapun setuju dengan ucapan Andie sahabatnya itu,

***
Keesokan paginya Suraz pun pulang menemui sang ibu! Dengan harapan sang ibu akan menerima kehadirannya kembali dirumahnya, namun harapan tinggal harapan, kedatangan Suraz ternyata tidak mampu meluluhkan hati sang ibu untuk menerima kehadirannya, Suraz pun kembali diusir untuk yang kedua kalinya, apa mau dikata, Suraz pun harus bisa menerima kenyataan,

***
Disiang hari yang mendung,
Nampak Andie tengah duduk di halte bus tempat biasa ia mangkal, sambil bernyanyi nyanyi kecil menunggu setiap bus yang melintas di halte tsb!

Ketika tengah asiknya bernyanyi, tiba2 Suraz datang mendekatinya dengan membawa bingkisan yang ia beli dari toko,

”Suraz,,, ngapain kamu disini, kenapa kamu ga pulang menemui ibumu Suraz,” tanya Andie heran,

”Ibuku ga sayang aku Ndie, dia mengusirku lagi,” jawab Suraz sambil terisak tangis,

”Apaaaaa,,, kamu diusir lagi Suraz, tega sekali dia sama kamu Suraz,” jawab Andie emosi.

”Ndie,,, tolong berikan bingkisan ini pada ibu ya, tadi pagi aku ga sempat beli apa2 buat ibu, aku ga berani memberikannya sendiri Ndie, pinta Suraz dengan nada sedikit memaksa,

Karna ga tega, akhirnya Andie pun menuruti permintaan Suraz!

***
”Baiklah Suraz,,, aku akan memberikan bingkisan ini pada ibumu, sekarang kamu pulang kegubuk kardusku ya nanti aku nyusul, jawab Andie terburu2,
Surazpun hanya diam sambil menganggukan kepalanya,,

Setibanya Andie di rumah orang tua Suraz, diapun langsung mengetuk pintu rumah itu, dan keluarlah seorang ibu dari dalam rumah itu,

”Siapa kamu ,,,,” tanya ibu itu kasar

“Saya sahabatnya Suraz bu,,, jawab Andie pelan,

”Owhhh,,,, kamu sahabatnya Suraz,,, mau apa kamu datang kesini, Suraz si anak cacat itu sudah saya usir dari rumah ini , mendingan sekarang kamu pergi,,, saya tidak mau mendengar kabar apapun tentang sianak cacat itu” jawab siibu yang tambah sangar,

Mendengar ucapan kasar dari seorang ibu, Andie pun mulai emosi,

”Saya kecewa sama ibu, anak sebaik Suraz ibu campakan begitu saja, padahal Suraz sangat menyayangi ibunya, siang, malam, dimanapun dia selalu teringat akan ibunya,
dimana kasih sayang ibu sebagai orang tuanya, pernahkah ibu memikirkan dia hari ini makan apa, malam hari tidur dimana, saya sangat kecewa sama ibu” ucap Andie lantang

”Cukuppppppp,,, sebaiknya kamu pergi dan jangan pernah datang lagi kerumah ini,” jawab siibu emosi,

”Saya akan pergi, Saya datang kesini hanya mengantarkan bingkisan ini dari Suraz untuk ibunya, permisi!!!” Jawab Andie sambil menaruh bingkisan di depan ibu itu kemudian beranjak pergi,

Baru saja Andie melangkahkan kaki dari rumah itu, tiba2 hujanpun turun dengan derasnya, kemudian diapun berlari untuk menemui Suraz di gubuk kardusnya,
Sementara siibu mulai membuka bingkisan yang diletakan Andie dihadapannya!
Matanya mulai berkaca ketika melihat isi bingkisan itu! Sebuah cincin dan gaun yang indah untuk ibunya dihari lebaran, saat itu siibu Baru sadar, anak yang dia anggap tak berguna ternyata sangat menyayanginya, walaupun makan seadanya Suraz masih bisa menyisihkan uang untuk membeli hadiah itu untuknya,,,

Sementara itu Andie pun baru sampai di gubuk kardusnya, dan hujanpun makin turun dengan derasnya, ketika dia masuk ke dalam gubuknya,
rasa takut bercampur sedihpun datang, Suraz sahabatnya tidak berada digubuk itu,

”Suraz,,,,,,, Surazzzz,,,,, kamu dimana Surazzzz,,,,,suraaaaazzzz” panggil Andie kebingungan,

Andie pun mencoba mencari sahabatnya itu dengan baju yang basah kuyup, dia mencarinya ke semua tongkrongan yang biasa mereka berdua singgah,

Suraaaaazzzz,,,, kamu dimana Suraaazzzzzz, panggilnya lagi cemas,,

Setelah beberapa saat akhirnya diapun duduk di sebuah taman dengan tubuh menggigil kedinginan,

Dari kejauhan, diapun melihat seorang laki2 tengah berdiri diatas jembatan penyebrangan bersama tongkat setianya,

”Suraz,,, apa itu Suraz” bisiknya pelan
Kemudian diapun berlari dan berhenti pas dibawah jembatan penyeberangan itu,

”Suraaaazzz,,,, sedang apa kamu disana Surazzz,,,,turunlah,,, aku mencarimu kemana manaaaa! Jerit Andie memanggi sahabatnya itu,,,

Mendengar jeritan Andie, Suraz justru menaiki pembatas jembatan untuk melompat,,,

”Suraaazzzz,,, jangan lakukan itu suraz, aku mohon, bunuh diri bukanlah jalan terbaikkkkk,,, jeritnya lagi ketakutan,

”Lebih baik aku mati Ndieeee,,,Tiada gunanya aku hidup,,,jangankan orang lain, ibuku saja tidak pernah menyayangi akuuu,,, jawab suraz dari ketinggian,

”Hentikan Suraz,,, jangan lakukan itu, aku sahabatmu Suraz, aku sayang sama kamu, sekali kamu melompat,,, akan ada dua mayat dibawah sana, yaitu kamu,,,, dan aku,,,, jawab Andie lagi dengan tak kuasa menahan tangis,

Suraz pun terdiam Beberapa saat, airmatanya seolah tak dapat dibendung,,, Dan Andie pun berlari menaiki jembatan penyebrangan itu dan berlahan mendekati sahabatnya,
Berlahan pula Surazpun mendekati Andie dan mereka berpelukan,

Maafkan aku Ndie, aku khilap, ucap Suraz pelan,

”Sudahlah Suraz,,, sekarang kita pulang ya,,, jawab Andie sambil melepaskan pelukannya,,,

Setibanya di gubuk kardus,
Hari mulai sore! Namun deras hujan belum kunjung reda, terlihat raut wajah Suraz sangat sedih, badannya panas serta mengigil,

”Ya tuhan kamu demam Suraz,,, kamu tunggu aku cari obat ya, aku segera kembali, ucap Andie terburu2,

Suraz terdiam. Dan Andie pun segera pergi membeli obat,

Ketika ia berjalan sepulangnya membeli obat, tanpa disengaja tiba2 dia berpapasan dengan orang tua Suraz,

”Nak,,, dimana Suraz sekarang nak, ibu ingin mengajaknya pulang, selama ini ibu sudah khilap nak, ucap ibu ίτυ menyesal,

Dengan senang hati Andie pun membawa ibu itu ke gubuk kardusnya,

Setibanya disana, Surazpun tengah tertidur dengan tubuh уαηg мăŝĭĥ menggigil,

”Surazz,,,, maafkan ibu nak,,, tangis sang ibu sambil memeluk anaknya,

Kemudian Suraz pun mulai membuka matanya,

”Ibu,,,,,,” ucap suraz lirih!

”Maafkan ibumu ini nak, selama ini ibu sudah menyia nyiakan kamu, sekarang kita pulang ya nak, ibu kangen sama kamu,,, ucap sang ibu memohon,

Berlahan Pandangan Surazpun tertuju kepada Andie Sahabatnya, dan Andie pun menatapnya sambil sesekali mengusap air matanya,

”Pulanglah Suraz,,, besok sudah lebaran, aku ingin melihatmu tersenyum bahagia bersama ibumu,,, ucap Andie terbata2,,,

***
Akhirnya Suraz dan ibunyapun berpamitan pada Andie untuk pulang dan lebaran dirumah!

Setelah Suraz dan ibunya pulang, tinggalah Andie duduk sendiri, teringat pada kedua orang tuanya yang telah lama pergi meninggalkannya, airmatanya mulai tak terbendung! Tangisanpun tak tertahankan, lebaranpun tanpa kedua orang tua,
Namun tiba2 ada sentuhan tangan hangat yang memegang erat tangan kanannya,

”Nak,,,, ikutlah bersama ibu,,, tinggalah dirumah ibu, ibu akan menganggapmu seperti anak ibu sendiri,

Andie pun menatap wajah ibu itu,,,
Ternyata ibunya Suraz!!! Surazpun tersenyum bahagia dihadapannya!,
Dan akhirnya Andie pun tersenyum,
Kemudian mereka bertiga berpelukan seolah baru menemukan keluarganya yang telah lama hilang,,,

Selesai:

NB:
Untuk semua sahabatku
Minal aidzin walfaidzin ya,
Mohon мддf lahir dan batin,
Мддf Ĵчğå вυӓт уαηg đī tag, ĸāļăŭ memang ġā suka didelete áĵå, karna tanda disiini bukan bermaksud mengemis jempol, terimakasih,

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: